Rabu, Mei 04, 2005

10 Jurus Mempertahankan Cinta

10 Jurus Mempertahankan Cinta
Kadang-kadang kita bingung, mengapa ada orang yang bertahan sedemikin lama dalam hubungan cinta atau perkawinannya, tapi ada juga yang putus di tengah jalan. Konon, ada beberapa hal yang menyebabkan hubungan tetap awet, yaitu:

1. Komunikasi
Kebahagiaan ditentukan oleh dua orang. Berarti,mesti ada timbal balik. Salah satu cara mencapainya adalah dengan komunikasi. Bila Anda sudah mulai berakting seperti orang asing dengan pasangan,artinya Anda kehilangan komunikasi. Komunikasi tak berarti hanya bicara, tapi juga mendengarkan. Adopsilah sikap yang baik dalam berkomunikasi,yaitu mendengarkan orang berbicara sampai selesai,sebelum Anda mengutarakan pendapat sendiri.

2. Kejujuran
Memang banyak orang yang merahasiakan sesuatu dari pasangannya. Kadang-kadang, menyembunyikan sesuatu bahkan jadi jalan keluar yang terbaik. Tapi, lebih banyak lagi pasangan yang berpendapat bahwa justru kejujuranlah yang membuat perkawinan atau hubungan mereka bertahan lama. Boleh jadi, kebenaran itu pahit ketika didengarkan,tapi kejujuran akan menyelamatkan hubungan.

3. Rasa saling percaya
Betapa pahit dan sedihnya hidup ini apabila Anda terus-terusan tegang dan curiga, apa benar semua yang dikatakan pasangan. misalnya, ketika ia pulang terlambat dengan macet atau ada rapat mendadak, haruskah itu Selalu jadi bahan kecurigaan? Bila ada rasa percaya, hal-hal kecil semacam itu tak akan pernah jadi ancaman.

4.Tertawa
Hampir semua orang mengakui bahwa tertawa adalah obat mujarab bagi suatu hubungan. Bahkan dalam saat-saat yang memalukan,ledakan tertawa bisa jadi penyelamat yang menyejukkan suasana. Lakukanlah hal ini, dan buat kerut-merut di ujung bibir Anda menjadi sesuatu yang menyenangkan.

5. Berteman dengan pasangan
How can we be lovers, if we can’t be friends, kata Michael Bolton dalam salah satu lagunya. Ia benar, sebab bercinta dengan orang yang tidak bisa jadi teman, tak akan bertahan lama. Hubungan cinta, butuh lebih dari sekedar emosi.

6. Saling menghargai Tak ada hubungan yang sukses bila seseorang memandang rendah pasangannya.
Harus ada respek, harus ada penghargaan dalam meniti hidup ini.Dari siapa lagi hal itu diperoleh bila bukan dari pasangan sendiri? Tapi, jangan lupa, untuk memperoleh respek dari pasangan, Anda harus menghargai diri Anda terlebih dahulu.

7. Cinta sepanjang masa
Apa namanya hubungan asmara tanpa cinta? Jadi,yakinkan diri Anda, mencintainya dan ia mencintai Anda. Dan kedua orangini harus yakin akan hal itu.

8. Kompromi
Seperti ketika kita mempelajari ilmu ekonomi, kita tahu bahwa keseimbangan akan tercapai bila kurva permintaan dan penawaran bertemu pada satu titik. Dalam percintaan, hal ini tak jauh beda. Keinginan Anda darinya,dan begitu pula sebaliknya, perlu kompromi untuk mencapai keseimbangan. Ada hal kecil yang harus Anda korbankan untuk memperoleh kebahagiaan. Begitu pula sebaliknya.

9. Saling memaafkan
Beri maaf dan jangan menyimpan dendam. Untuk kesalahan yang sedemikian besar, ‘hukum’ ini juga tetap berlaku.Sekali Anda melempar dendam, maka hubungan tak akan bertahan lama.

10. Doa
Tak perlu orang yang sangat religius untuk melontarkan pendapat ini.Bila Anda menyertai hubungan cinta Anda dengan penuh doa dan mohon kemurahan-Nya untuk memberkati kehidupan Anda berdua, maka hubungan Anda akan senantiasa diberkati dan awet selalu.

Hakikat Pernikahan


Ada banyak alasan manusia yang membuat dasar dari hakikat pernikahan,hakikat yang seperti apakah yang paling membahagiakan? coba kitalihat…dan manakah pilihan kita???

  • Jika hakikat pernikahan adalah karena SEX, maka pasangan rajin bertengkarjika servis di kamar tidur tidak memuaskan. Atau rajin hadir di SEX party.
  • Jika hakikat pernikahan adalah karena HARTA, maka pasangan bakal bubar jikabangkrupt.
  • Jika hakikat pernikahan adalah karena BEAUTY/BODY, pasangan bakal larijika rambut beruban dan muka keripot atau badan jadi gendut
  • Jika hakikat pernikahan adalah karena ANAK, maka pasangan akan carialasan utk pergi jika buah hati (anak) tidak hadir.-
  • Jika hakikat pernikahan adalah karena KEPRIBADIAN, pasangan akan larijika orang berubah tingkah lakunya
  • Jika hakikat pernikahan adalah karena CINTA, hati manusia itu tidak tetapdan mudah terpikat pada hal-hal yang lebih baik, lagipula manusia yangdicintai pasti MATI / PERGI.
  • Jika hakikat pernikahan adalah karena IBADAH kepada ALLAH, sesungguhnyaALLAH itu KEKAL dan MAHA PEMBERI HIDUP kpd makhlukNYA. Dan ALLAH mencintaihambaNYA melebihi seorang ibu mencintai bayinya. Maka tak ada alasan apapundidunia yang dapat meretakkan rumah tangga kecuali jika pasangan mendurhakai ALLAH.

Sabtu, April 30, 2005

Cantik



Cantik ada dalam setiap insan wanita, namun ingatlah kecantikan itu bukan untuk di pamerkan.........
tetapi Wanita semakin cantik apabila segala yang ada di tubuhnya tertutup sempurna terlihat sopan dan tidak mencolok mata.. Kriterianya;
  • pakaian tidak terlalu ketat sehingga tidak menampakan bentuk tubuh yang menjadi rahasaia
  • peliharalah rambut sebagai mahkota dengan memakai kerudung hingga ke dada
Apakah Susah
Tidak susah karena dalam islam tidak ada yang pernah membebankan, kita sekedar diajarkan untuk menjaga fitrah kita. Kalau begitu untuk siapa kita Cantik
untuk muhrimnya seperti:
  • Keluarga; ayah, adi, kakak
  • sesama wanita islam yang lain
  • dan yang pastinya suami tersayang
Wahai semua .......
Sambutlah himbauan untuk menjaga auratmu karena menjadi lambang kesungguhan dirimu dalam menjaga agamamu..........

dikutip dari; www.terasmelayu.org

Jumat, April 22, 2005

Rahasia Sukses Bos-bos Jepang!

Cara hidup pemimpin Jepang sangat sederhana dibanding dengan rekan-rekan di Barat. Rasanya mereka memandang rendah kemewahan. Suatu barang harus ada fungsinya.
Pernah orang Jepang dijuluki les marchands des transistors (pedagang transistor) oleh de Gaulle. Namun sekarang mereka bukan hanya juara dunia dalam hi-fi, tetapi juga dalam microprocessor, mobil, bioindustri dan lain-lain.

Dalam sepuluh tahun terakhir produksi Jepang meningkat dua kali lebih cepat daripada Amerika Serikat. Apa rahasianya?
Berikut ini kita akan menjenguk orang-orang yang mempunyai andil
besar dalam kemajuan tehnik Jepang.

Mula-mula kita jumpai Akio Morita si pencipta perusahaan Sony. Dia
menyukai olahraga golf, sekaligus menjadi pengagum musikus Beethoven. Saking gandrungnya pada musik sampai-sampai di lapangan pun dia ingin bermain golf sambil mendengarkan Symphony kesembilan.
“Saya membutuhkan sebuah alat kecil dengan pengeras suara,” kata Akio Morita pada anak didiknya. Tak lama kemudian tcrciptalah walkman. Dia berusia sekitar enampuluhan, kurus, rambutnya putih dan matanya hampir kuning. Tapi ia nampak seperti umur duapuluh karena semangatnya yang tak kenal lelah.

Rumahnya di daerah kedutaan, di Tokyo. Bertingkat, dengan kebun dan sebuah kolam renang. Boleh dikata dia seorang boss Jepang yang sudah berorientasi ke Barat. Dia tak berkeberatan istrinya turut menjamu tamu dalam pakaian Barat. Tetapi, ia tetap menjalani hidup sederhana dan kekeluargaan menurut tradisi.
Setiap pagi pukul delapan tepat Akio Morita tiba di kantor. Ia selalu mengenakan seragam yang sama dengan yang dipakai anak buahnya, meskipun jas luarnya buatan Inggris. Ini untuk menunjukkan semangat demokratis yang menjiwai setiap perusahaan Jepang.
Pada tahun 1947 Akio Morita mendirikan perusahaan Sony; memasarkan transistor yang pertama, televisi berwarna pertama, dan walkman pertama. Saat ini perusahaan sedang maju-majunya, ia mengekspor 70% dari produknya. “Pasaran kami adalah seluruh dunia,” katanya.

Kemajuan teknologi Jepang didorong oleh semangat untuk menyegerakan, dengan penuh kesadaran dan rasa kebanggaan. Tidak sampai dua generasi untuk mewujudkan mukjizat ini. Sebelumnya, orang Barat mengejek, Jepang hanya bisa membuat sepeda yang rodanya tidak bisa berputar dan jam-jam yang tidak bisa dipercaya. Karikatur tahun tigapuluhan pernah menunjukkan gambar seorang pemburu menyandang sepucuk senapan, yang ketika picunya ditarik maka larasnya menggembung. Capnya: made in
Japan (bikinan Jepang).

Tetapi tiba-tiba orang Jepang tergila-gila pada perlombaan matematika dan fisika. Ujian-ujian di berbagai universitas menjadi sangat berat dan terjadi persaingan mati-matian. Ini menghasilkan orang-orang yang pandai. Di Pusat Penelitian Sony, jejak kaki para direktur yang sukses dicetakkan di atas tanah, seperti halnya jejak kaki para
bintang Hollywood di studio MGM.

Saingan istrinya sebuah komputer

Sama dengan majikannya, Makoto Kikuchi direktur baru pada Pusat
Penelitian Sony ini bisa berbahasa Inggris, dengan tujuan dapat berbicara dengan robotnya; sebuah “Apple” Amerika.
“Masih yang terbaik untuk saat ini,” ucapnya jujur. Laki-laki berusia
45 tahun ini sebelumnya sudah sangat terkenal di Jepang sebagai ilmuwan yang paling mengagumkan dari Pusat Penelitian Negara. Ia mengkhususkan diri dalam microprocessor. Ia pindah ke Sony enam tahun yang lalu.
Dalam sebuah rumah yang amat kecil berbentuk bujur sangkar dan
terbuat dari kertas minyak itulah ia tinggal bersama istrinya dan hidup dengan sederhana. Dengan kimononya dan berlutut di atas tikar Jepang, istrinya dengan setia menemani suaminya bermain dengan komputer.

Mottonya: Research Makes The Difference, menggambarkan keambisiusan Makoto Kikuchi. Motto ini ditulis pada truk-truk perusahaan dalam bahasa Inggris supaya menimbulkan kesan eksotis.
Ia punya rencana untuk beberapa tahun mendatang: membuat komputer
yang bisa menguraikan bahasa percakapan orang Jepang supaya setiap orang Jepang dapat berbicara dengan komputer.
Dengan senang hati, dia mengundang 190 penyelidik datang ke pusat
penelitiannya. Kata Makoto: “Sony memberikan 3,5 sampai 5% penghasilannya untuk penelitian.” Tambahnya: “Sebelum ini sayabekerja di sebuah laboratorium di Amerika Serikat. Di Sony, cukup hanya satu jam bagi saya untuk memperoleh sebuah alat yang harganya setengah juta dolar. Saya lalu bisa menghargai perbedaan ini.” Ia tetap seorang Jepang Tulen meskipun lama tinggal di Amerika Serikat.
Para peneliti Sony mempelajari sinar energi matahari, teknologi
silikon dan lainnya. Tetapi bidang yang paling disukainya adalah semiconductor. Dia memulai segalanya dari nol pada tahun 1976.
Di perusahaan Sony, kaitan penelitian produksi dengan pemasaran merupakan satu keharusan yang permanen. Contohnya, setiap Minggu pagi Makoto sarapan bersama Akio Morita dan Direktur Marketingnya.
Hubungan yang begitu wajar dan akrab antara peneliti dan pemimpin ini
jarang sekali terjadi di Amerika maupun di Eropa.
Morita yang sudah begitu kebarat-baratan, yang kalau bermain golf
memakai kemeja dan topi Amerika, tetap membungkukkan badan sampai ketanah bila berjumpa dengan kawan. Dalam mobil ia memiliki telepon,televisi dan magnetoskop; tetapi ia tetap mengenakan seragam yang sama seperti 35.000 anggota Sony.

Honda tidak memberi warisan kepada anak
Soichiro, 78 tahun, adalah pendiri Honda Motor. Ia juga mengenakan seragam karyawan biasa di perusahaan, kemeja dan topi putih. Dia lebih suka bekerja di bengkel, meskipun tersedia ruangan di setiap perusahaannya. Sebelum pecah perang, ia pernah menjadi montir biasa.
Sedikit demi sedikit ia turut meletakkan dasar perusahaan. Sekarang
ia mengepalai 23.000 buruh dan membawahi 43 perusahaan di 28 negara (enam ada di Jepang).
Anak buahnya diberi kepercayaan total dan tanggung jawab pribadi atas
apa yang dihasilkannya.
Soichiro tidak memiliki harta pribadi. Dia tinggal dalam sebuah rumah
sederhana. Kegemarannya melukis di atas kain sutra dan bermain golf. Barangnya yang berharga cuma sebuah helikopter dan mobil biasa. Penghasilannya dipakai untuk penelitian dan bea siswa kaum muda. Dia bahkan tak memberi warisan kepada anak-anaknya.

“Warisan paling berharga yang dapat saya berikan adalah membiarkan
mereka sanggup berusaha sendiri,” katanya.
Hadiah untuk gagasan yang paling baik

Kyoto Ceramics adalah salah satu pabrik pembuat microchips (elemen-
elemen kecil komputer) yang paling kuat di dunia.
Omset Kyoto Ceramics 400 juta dolar dan menghasilkan keuntungan luar
biasa, 12% setelah dipotong pajak. Ada tujuh buah perusahaan di Amerika Serikat dan tiga di Jepang.Inamori sang pemimpin, seperti juga Soichiro Honda dan Kaku pemimpin Canon, menganggap dirinya sebagai karyawan biasa. Selisih gaji direktur dan buruh baru di Jepang lebih kecil bila dibandingkan dengan di Eropa dan Amerika Serikat.
Cara hidup pemimpin Jepang sangat sederhana dibanding dengan rekan-
rekan di Barat. Rasanya mereka memandang rendah kemewahan. Suatu barang harus ada fungsinya.
Bagaimana mereka bisa memegang prinsip sebaik itu?
Mari kita menengok ke Gamo, salah satu pabrik keramik di Kyoto.
Kurang lebih 50 kilometer dari Kyoto. Di sini pada pukul delapan pagi seluruh karyawan Gamo berkumpul dalam ruang-ruang besar. Dari tiap ruang, di atas sebuah panggung seorang laki-laki meneriakkan:
berdiri, bersiap, luruskan kaki dan istirahat. Ratusan laki-laki dan
perempuan dalam seragam biru berdiri siap. Laki-laki lalu melaporkan hasil pekerjaan bulan lalu dan menambahkan delapan pesan produksi, tentang mutu, penurunan ongkos dan sebagainya.
Selesai laporan, dia memanggil lima orang maju ke depan. Mereka
diberi hadiah, karena telah menyumbangkan gagasan yang paling baik, pada bulan sebelumnya. Di semua perusahaan Jepang, para insinyur dan buruh diundang menyumbangkan gagasan untuk lebih memajukan produktivitas, keamanan dan semua bidang yang berkaitan dengan
kehidupan perusahaan.

Di Canon, setahun yang lalu, masuk sekitar 146.242 gagasan yang ternyata dapat menghemat lebih dari tujuh juta yen!
Sebulan sekali mereka berkumpul, memberi laporan pekerjaan selama
ini, bertukar pengalaman dan mutu pekerjaan mereka.
Hadiah bagi gagasan mereka yang terpilih antara lain medali, jam
tangan, tiket kereta atau pesawat terbang. Yang kurang berinisiatif tak akan mendapat apa-apa. Tak pernah terjadi seseorang mendapat sanksi negatif.

Setiap pekerja memiliki saham dan dividen dari perusahaan. Benar-
benar merupakan perwujudan demokrasi yang didasarkan pada penghargaan hasil kerja dan atas hierarkinya. Di Jepang, persaingan ditumbuhkan sejak kanak-kanak. Keluaran sekolah bereputasi tinggi lebih mudah mendapatkan pekerjaan yang baik.
Di tiap perusahaan ada serikat buruh, yang setiap tahunnya mengorganisir pemogokan untuk memperoleh kenaikan gaji yang disebut Shunto. Tetapi Shunto ini cuma suatu upacara tradisi, bukan pemogokan seperti layaknya di Barat.
Robot membuat robot
Di kaki Gunung Fuji ada robot membuat robot. Robot-robot itu bekerja dengan diam-diam. Beberapa manusia membaca lembaran kertas besar yang keluar dari terminal robot. Di Honda Motor Cie, di sebuah dusun dekat Tokyo, kita bisa melihat mobil yang di-assembling oleh robot, yang mematri 160 kali setiap detiknya. Grup-grup yang terdiri dari lima atau enam buruh memeriksa hasil kerja robot. Setiap buruh diizinkan menghentikan pekerjaan dengan cara menekan tombol merah, bila ada yang kurang beres.

Hasilnya: pada produksi akhir hanya ada 0,1% yang apkir, dibanding dengan 20% di Eropa. Di Sony, semua karyawannya teliti. Para majikan di Eropa memimpikan pabrik mereka bisa menyamai Jepang, dan mendambakan buruh-buruh yang serupa pula.

Di perusahaan Canon, Tuan Kaku yang adalah presiden direkturnya itu
dan para buruhnya, saling menundukkan kepala mereka sama dalamnya. Percakapan antara mereka bisa membuat heran telinga-telinga Perancis.

Tuan Kaku menjelaskan secara mendetil target keuangan dan tehnik yang
ingin dicapai perusahaan. Kepala serikat buruh Canon meyakinkan majikannya, keberhasilan Canon merupakan satu kepuasan bagi seluruh karyawan dan mereka ingin bekerja sama sepenuhnya bersama direksi.
Majikan-majikan Eropa sangat kagum melihat modernisasi Jepang. Kagum
bukan hanya karena melihat sindikat-sindikat buruh dapat bekerja sama begitu baik dangan majikannya, tetapi juga melihat para majikan yang tak pernah memecat buruhnya itu.
Mereka melihat suatu industri di mana otomatisasi tidak menciptakan pengangguran, dan setiap buruh mau dan dapat memahami apa pun yang mereka lakukan. Mereka juga mendapat penjelasan mengenai jalannya perusahaan. Yang nampak di depan mereka adalah sebuah dunia, di mana disiplin yang mirip disiplin militer itu dapat berjalan berdampingan dengan rasa hormat pada setiap individu. Inilah rahasia kemajuan
Jepang. (Paris Match/Intisari)

Sumber: KCM - Kamis, 23 September 2004

Kamis, April 21, 2005

Osmose Budaya, Kartini dan Kreativitas Sastra, Oleh Endang Susanti Rustamaji

DALAM benak sebagian besar manusia Indonesia, ada anggapan dasar yang cenderung negatif dalam menilai sikap Belanda terhadap warga jajahannya. Mereka mengira, bangsa penjajah selalu jahat dan VOC dibentuk di negeri ini hanya semata-mata profit-oriented, sehingga segala aktivitas mereka bermuara pada kepentingan ekonomi. Seolah-olah persoalan kebudayaan sama sekali tidak mendapat perhatian. Padahal, anggapan tadi tidak sepenuhnya benar.
Mencermaati kembali catatan sejarah, akan kita temukan serangkaian fenomena mencengangkan dalam terminologi kebudayaan. Pada September 1901, Ratu Wilhelmina menegaskan dalam pidato pembukaan Parlemen Belanda, bahwa pemerintah Belanda mempunyai panggilan moral terhadap bangsa pribumi di Hindia Belanda. Pidato itu terinspirasi oleh puisi karya Rudyard Kipling yang berjudul The White Man’s Burden, yang diciptakan dua tahun sebelumnya (1899).

Lebih lanjut, Ratu Wilhelmina menuangkan panggilan moral tadi ke dalam kebijakan politik etis. Dalam praktiknya, kebijakan tadi telah menghasilkan perbaikan sistem pendidikan untuk bangsa kita serta usaha-usaha untuk meningkatkan kesejahteraan bangsa pribumi, seperti misalnya pembuatan irigasi, pendirian bank-kredit untuk rakyat, subsidi untuk industri pribumi dan kerajinan tangan. Sementara itu, dalam masyarakat telah terjadi semacam osmose atau pertukaran mental antara orang-orang Belanda dan orang-orang Indonesia. Orang Indonesia memasuki kalangan pergaulan Eropa, demikian pula sebaliknya, ada orang Eropa berjumpa dengan orang Indonesia, sehingga tidak terkunci dalam kalangannya sendiri yang hanya berkisar pada laba dan kuasa.
Kalangan etisi merasa prihatin terhadap nasib kaum pribumi yang mendapatkan diskriminasi sosial-budaya dan mereka ingin membebaskannya. Untuk mencapai tujuan tersebut, mereka berusaha menyadarkan kaum pribumi agar melepaskan diri dari belenggu feodal dan mengembangkan diri menurut model Barat, yang mencakup proses emansipasi dan menuntut pendidikan ke arah swadaya.
Salah satu tokoh perintis haluan etis, adalah Mr Pieter Brooshooft (1845 - 1921), seorang wartawan dan sastrawan. Tahun 1887 Brooshooft mengadakan perjalanan mengelilingi Pulau Jawa, lalu menuliskan laporan tentang keadaaan yang sangat menyedihkan di Hindia Belanda akibat beleid pemerintah. Dia menyampaikan laporan tadi kepada 12 tokoh Belanda terkemuka, disertai lampiran setebal%

Popular Posts