Menciptakan Kenikmatan Merajut Kasih Sayang
dr. Silvia Werdhy Lestari
Dokter cantik nan seksi ini juga menjelaskan lebih spesifik apa sebaiknya yang dilakukan maupun yang tidak boleh dilakukan saat menjalani fase atau tahap-tahap FIA.
Foreplay yang baik seperti apa?Bisa mengantarkan wanita menuju interplay. Intinya lubrikasi dan ereksinya cukup untuk penetrasi. Yang sering terjadi pria kurang mengeksplorasi zona erotik, karena mereka kebanyakan hanya mengetahui bibir, payudara, padahal di belakang telinga, dibelakang leher juga zona erotik.
Yang perlu diketahui, wanita kadang masih takut untuk melakukan interplay, karena merasa belum siap. Karena itu saat foreplay laki-lakinya harus mengeksplor semua zona erotik semaksimal mungkin. Tapi pihak wanita juga mengimbangi dengan menyentuh seluruh zona erotik laki-laki yang tidak hanya berpusat di 'Mr Stick'. Sehingga saat interplay wanitanya sudah siap.
Benarkah zona erotik lebih banyak di tubuh wanita ketimbang lelaki?Tidak juga. Hanya saja wanita itu lebih sensitif dibandingkan laki-laki. Zona erotik laki-laki dan wanita sama saja. Biasanya laki-laki yang lebih dulu memulai foreplay.
Jadi foreplay laki-laki yang lebih dominan melakukannya?Dominannya laki-laki namun tidak menutup kemungkinan wanitanya juga. Bagi pria yang sulit terbangkitkan gairah maupun dorongan seksualnya, lebih baik wanita yang lebih banyak melakukannya. Misalnya saja laki- lakinya terlalu sibuk, banyak pikiran, sehingga perlu dirangsang lebih lama dan baiknya menyentuh zona erotik.
Benarkah waktu mempengaruhi foreplay? Baiknya berapa lama?Tidak ada patokan waktu tertentu. Pokoknya ketika ereksi penuh dan lubrikasinya cukup, itu sudah cukup. Kadang bisa lama, kadang enggak. Kalau sedang capek pasti butuh yang lama, tetapi kalau sedang mood sebentar saja. Lihat situasi dulu!
Bagaimana jika melakukan foreplay dengan wanita yang 'dingin' alias frigid?Itu sudah suatu gangguan, tidak bisa diterapkan seperti orang normal. Ada terapi khusus menyembuhkannya. Namanya Sex Therapy. Kalau di Indonesia kita tidak bisa menyebutnya dengan terapi seks, karena kesannya hanya kegiatan seks itu sendiri. Padahal awalnya kita konsultasi dulu. Frigid-kan sudah disfungsi dorongan seksual, tidak termasuk kelainan seks.
Benarkah banyak pasangan malas melakukan foreplay?Biasanya saat belum menikah mungkin senang dengan foreplay, tetapi saat sudah menikah ada pasangan yang malas untuk foreplay, mereka langsung melakukan interplay.
Adakah dampak negatif bagi hubungan kedua belah pihak?Sering kali memang kalau suami istri itu langsung saja ke interplay-nya. Ini yang disayangkan. Demi kelanggengan hubungan suami istri harmonis ke depan. Jadi sebaiknya tetap harus ada foreplay dulu, karena apa? Jika terbiasa dengan foreplay bisa menciptakan variasi-variasi baru.
Kerugiannya kalau tanpa foreplay, wanitanya bisa tidak mencapai orgasme, sementara pada pihak pria akan dilanda kebosanan, istilahnya disfungsi arousal yakni nafsu seksnya lebih sulit ketika bersama istri. Biasanya ini pada masa pernikahan yang berlangsung sudah beberapa tahun. Ujung-ujungnya disharmonis.
Tadi disebut - sebut foreplay dengan oral seks, apakah aman ketika tidak sengaja menelan cairan yang keluar dari 'Mrs V'?Cairan itu adalah cairan lubrikasi wanita. Jika wanitanya bersih tidak berpenyakit kelamin aman-aman saja. Namun jika cairan itu berupa keputihan tidak boleh, itu jamur, parasit bakteri, dengan ciri-ciri gatal-gatal, berbau amis, mengental seperti susu.
Memang ada sinyaleman yang menyatakan oral seks sebagai salah satu penyebab kanker mulut. Karena itu saya anjurkan supaya menjaga kebersihan. Setelah melakukan oral seks sebaiknya kumur-kumur dengan cairan antiseptik.
Saat foreplay oral seks dengan menaruh ice cream atau madu disekitar 'Mrs V' apakah aman- aman saja?Intinya menjaga kebersihan. Setelah melakukan itu, langsung dibersihkan dengan air hangat. Tapi takutnya ada bahan tertentu pada ice cream maupun madu tadi yang menimbulkan alergi, kasihan wanitanya! Sepanjang aman-aman saja tidak apa-apa. Tapi ada yang alergi.! Jadi sebaiknya yang natural saja!
Tanda-tanda wanita siap untuk lanjut ke interplay?Lubrikasinya cukup, warna vagina merah sedikit menebal, berikut payudara mengencang.
Sebaiknya berapa lama melakukan interplay?Sampai orgasme itu terjadi. Semua orang berbeda-beda waktunya tidak ada yang sama. Sebaiknya lebih dari tiga menit! Karena jarang sekali wanita yang mencapai orgasme kurang dari tiga menit.
Sebaiknya orgasme dicapai berapa kali?Baiknya satu kali aja. Untuk wanita cukup sekali. Cuma ada beberapa laki-laki yang menginginkan berkali- kali.
Jika interplay dilakukan secara tergesa-gesa, semacam quickie sex, bagaimana?Ini cenderung menimbulkan tindakan kasar terhadap wanita. Tergesa-gesa tidak baik. Kecuali gerakannya yang cepat tapi berangsur-angsur pelan itu bagus. Laki-lakinya jika mampu memainkan speed-nya dengan baik akan memberikan orgasme yang maksimal bagi wanita.
Beda jika laki-lakinya ejakulasi-nya cepat, wanitanya tidak sempat orgasme. Biasanya laki-laki yang tidak tahan jika pasangannya baru. Tapi lambat laun jika sudah rutin melakukan ML akan bisa mengatur speed-nya.
Darimana kita bisa mengetahui dengan pasti bahwa wanita itu orgasme atau tidak?Reaksi orgasme wanita itu berbeda-beda. Tapi pastinya yang ada terasa hangat, kemudian terasa jepitan beraturan pada otot-otot 'Ms V', seperti denyutan. Kalau tidak seperti itu berarti dia tidak orgasme. Ada kasus dari hasil penelitian yang ada di RSCM, 70 % wanita mengalami disfungsi orgasme.
Kenapa laki-lakinya tidak mengetahui? Karena wanitanya berbohong. Mereka malu dan tidak berani untuk terus terang. Jika memang wanitanya tidak bisa merasakan orgasme perlu diterapi khusus sebab ia menderita disfungsi orgasme. Lebih baik konsultasi dulu ke seksolog.
Jika pasangan belum juga mencapai orgasme, apakah baiknya laki-laki menahan dulu ejakulasinya?Baiknya begitu, namun jangan menahan sampai berkali-kali. Cukup sekali saja, ketika wanitanya hendak mencapai orgasme lelaki ejakulasi. Jangan terlalu sering menahan ejakulasi sebab nantinya akan menimbulkan penyakit prostat. Hal ini dilakukan sekali-kali saja saat pasangan wanitanya belum merasakan orgasme.
Yang dihindari saat interplay apa?Ejakulasi dini. Hal-hal yang menurunkan gairah seksual, misalnya, adanya celetukan "Gimana sih kok nggak 'keluar-keluar'?", serta perbuatan kasar.
Perlukah alat bantu saat interplay?Pada saat ini penetrasi dilakukan oleh 'Mr Stick' ke 'Mrs V' kondom bisa saja, dalam bentuk apa saja, karena tetap 'Mr Stick' yang 'masuk' ke 'Mrs V'. Sementara untuk foreplay aksesoris seks seperti bulu- bulu, dildo maupun vibrator bisa digunakan.
Keadaan sudah sangat mengantuk atau tidak memungkinkan apakah tetap harus melakukan afterplay?Wah, jangan sampai! Kurang ajar itu laki-lakinya. Wanita suka sebel kalau laki-lakinya langsung terlelap tidur. Afterplay itu tidak harus lama. Cukup dengan pelukan, ciuman, dan tidurnya bareng. Nggak langsung laki-lakinya berbalik badan dan tidur.
Seberapa penting afterplay untuk pasangan?Penting sekali ya untuk mencurahkan isi hati terutama mengetahui kedalaman cinta pasangan. Selain kebutuhan biologis, kita juga butuh kebutuhan psikologis dengan pasangan. Dalam artian disini bahwa pasangan benar-benar mencintai apa adanya, dan sebaliknya. Bukan melulu seks yang diinginkan. RURY
FOREPLAY = LOVEPLAYPertama kali kita bahas dulu yang namanya foreplay. Istilah foreplay lebih dikenal dengan pemanasan atau kegiatan yang dilakukan sebagai persiapan menuju tahap selanjutnya yakni interplay. Foreplay juga disebut sebagai babak pertama sebelum memasuki babak selanjutnya.
"Istilah foreplay menurut saya kurang tepat, baiknya loveplay, kenapa? Karena jika foreplay cenderung ke pemanasan saja. Jadi benar-benar tindakan yang mengarah pada ke hubungan seks.
Padahal sebelumnya kita bisa mempersiapkan dari ruangannya dulu, cahaya yang redup, sprei yang bersih dan wangi, dilanjutkan dengan puji-pujian terhadap pasangan," ungkap dokter wanita lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini.
Kemudian wanita berkacamata minus ini menambahkan bahwa foreplay berupa ciuman, sentuhan maupun belaian, yang intinya membangkitkan rangsangan masing-masing pihak. Supaya terjadi ereksi pada pria dan lubrikasi (pembasahan atau keluarnya kelenjar) pada wanita. Sehingga hubungan seks berlangsung menggairahkan bagi keduanya.
Apa saja foreplay atau loveplay itu? Menurut dr. Silvia bisa saja dengan oral seks, atau sang lelaki menyentuh lembut 'Mrs V' (vagina - Red.)sehingga mempercepat proses lubrikasi pada wanita. Hal ini butuh 'keahlian' tersendiri untuk mengeksplorasi bagian 'Mrs V'.
Yang terpenting dari sentuhan ini adalah, pasangan wanita betul-betul menikmati, dan tidak merasa tersiksa atau kesakitan. Dengan demikian lubrikasi berjalan cepat. Dengan lubrikasi yang cukup pasangan wanita tidak akan merasakan kesakitan saat penetrasi, sebab justru pada saat itu 'Mrs V' menunggu kedatangan 'Mr Stick' ('tongkat' milik pria -Red.).
Jangan sekali-sekali melakukan foreplay dengan tergesa-gesa. Pelan-pelan namun pasti. Sentuhlah zona erotik pasangan wanita dengan menggelitik, maka akan tercipta hubungan yang menggetarkan.
Hal lain yang memaksimalkan foreplay ini adalah, pasangan akan memperoleh variasi baru yang terjadi secara spontan. Jika seorang lelaki tidak suka melakukan foreplay, sama saja ia merendahkan pasangannya sebagai orang yang dicintai dan mencintai.
INTERPLAY = 1 : 1Setelah foreplay dirasa cukup dan 'Mrs V' mengalami lubrikasi, sementara 'Mr. Stick' sudah hidup, langkah selanjutnya atau langkah yang paling dinanti-nanti adalah interplay, yaitu penetrasi 'Mr Stick' ke area 'Mrs V'. "Pengertian interplay adalah hubungan seksual sesungguhnya, dalam artian, yang masuk 'Mr. Stick' -bukan benda lain yang masuk ke 'Mrs V'," tegas dr. Silvia.
Bagi lelaki yang mudah atau cepat orgasme, saat interplay ada baiknya mampu mengendalikan diri sehingga bisa orgasme bersamaan dengan pasangan. Aturlah ritme dengan teratur. Mulai dari gerakan lambat, cepat, lambat, cepat, berulang kali hingga pasangan wanita mencapai orgasme.
"Interplay adalah intercourse. Jadi pada saat ini 'Mr Stick' melakukan penetrasi terhadap 'Mrs V' yang perlu diperhatikan disini adalah memulai dengan penuh kelembutan. Karena bagi wanita, meski lubrikasinya sudah maksimal, menerima 'sesuatu dari luar' tetap harus pelan-pelan, namun pasti.
Boleh juga memainkan kepala 'Mr Stick' di bagian luar 'Mrs V' terlebih dulu, lalu perlahan masuk. Penetrasi baiknya bergerak lurus terlebih dulu, tidak ke kiri kanan. Selanjutnya baru ke segala arah, untuk mencari eksplorasi zona G-Spot," jelas dr. Silvia.
Di saat intercourse ini yakinkan pasangan wanita benar-benar mengalami orgasme. Ada baiknya lelaki mengetahui dengan jelas tanda-tanda wanita mengalami orgasme. "Sebab kadang ada wanita yang malu atau tak terbuka ia sudah orgasme apa belum. Karena itu jika lelaki mengetahui pasangannya sudah orgasme atau belum, maka dengan mudah orgasme lelaki dilakukan menyusul beberapa saat kemudian.
Tanda - tanda wanita yang mengalami orgasme, tandanya payudara mengencang, berikut dengan puting yang mengeras. Biasanya 'Mrs V' warnanya berubah menjadi kemerah-merahan. Kalau tidak, saat penetrasi berlangsung lelaki merasakan denyut atau gerakan otot-otot 'Mrs V' yang menjepit 'Mr Stick'.
Bisa juga dengan tangannya mencengkeram mendadak, menggigit kecil atau di bagian dalam 'Mr V' terasa ada cairan hangat. Desahan halus tak beraturan dari bibir wanita juga salah satu tanda bahwa ia mengalami orgasme. Karena saat itu wanita sangat menikmatinya. Masa yang tak bisa ia ungkapkan dengan kata-kata sehingga mengeluarkan desahan. Kalau lelaki merasakan salah satunya, berarti wanita telah mengalami orgasme.
Lalu bagaimana penyelesaian interplay yang baik?
"Yang baik jika dua-duanya orgasme bersamaan. Namun ada baiknya wanitanya yang dulu mengalami orgasme, lalu diikuti oleh laki-lakinya. Karena jika laki-laki sudah ejakulasi, namun wanitanya belum orgasme, bisa dipastikan pasangan wanitanya tak akan bisa orgasme. Karena laki-laki telah masuk tahap resolusi atau recovery. Jadi baiknya wanita dulu yang orgasme baru laki-lakinya," tukasnya.
Jadi memang diutamakan wanita dulu yang mengalami orgasme. Tapi bagaimana kalau pasangan lelaki mampu menahan ejakulasi dengan cara sekali sekali break ketika dirasakan mau ejakulasi? "Boleh saja, tapi menahannya jangan kelamaan. Kalau terlalu lama akibatnya bisa terkena penyakit prostat, apalagi jika usia sudah 35 tahu keatas. Tahan ejakulasi dengan memainkan irama saja. Dengan demikian skor bisa 1 : 1, sama-sama puas," tutur dr. Silvia.
Mengenai posisi saat interplay agar orgasme bisa dicapai bersamaan, dr. Silvia mengatakan, "Ada lelaki yang menyukai doggy style agar orgasme bersamaan. Tapi kebanyakan wanitanya merasakan kesakitan, karena itu sebaiknya dihindari. Menurut saya wanita lebih cepat orgasme dalam posisi 4/4. Bahkan dalam posisi ini wanita akan mengalami orgasme berkali-kali atau multiorgasme," tambahnya meyakinkan.
AFTERPLAY = SAAT MENYAYANGIKini saatnya cooling down atau afterplay. Setelah mencapai orgasme, energi yang dikeluarkan tentunya terkuras banyak. Ada yang bilang mengalami orgasme sama halnya mengeluarkan tenaga bermain tenis dalam tiga set. Jadi energi yang keluar begitu terkuras. Capek banget, pasti - lah !
Namun meski sama-sama capai, bukan berarti saat afterplay pasangan sama sekali tidak melakukan apa-apa lagi, apalagi langsung tidur. Jangan, terutama bagi pihak pria. Itu salah besar! Justru disaat tahap afterplay ini, adalah saat yang tepat untuk pasangan saling mencurahkan isi hati tentang perasaan yang dialami saat itu maupun kepuasan yang telah dicapai bersama.
"Afterplay adalah kegiatan setelah orgasme. Ungkapan puji-pujian, sentuhan lembut, belaian, ciuman lagi, dan pelukan yang menghantarkan mimpi indah atau kalau mau ML lagi bisa saja, tapi harus memulai foreplay lagi," saran dr. Silvia.
Afterplay sebenarnya sangat mudah dan tidak ada tenaga yang terkuras disini. Cukup dengan mencium kening, pipi, maupun bibir pasangan, mengelus lembut tangan, punggung maupun dada pasangan. Karena itu -terutama bagi lelaki- jangan tidak melakukan belaian-belaian itu, semalas apapun.
Lanjutkan dengan berangkulan, membawa serta pasangan dalam dekapan hangat sembari membisikkan kata- kata seperti 'I love You', 'Kamu hebat sekali malam ini', 'Aku selalu menginginkanmu', 'Aku bahagia sekali', 'Our Great ML tonight', 'Wonderful Night with You' dan lain-lain, yang semacam itulah.
Selanjutnya pasangan bisa saling membersihkan diri dengan mengelap keringat masing - masing bergantian. Lalu membersihkan serta merapikan sprei yang telah kusut setelah bercinta. Bisa juga dilanjutkan dengan mandi bareng di bathtub yang berisikan air hangat.
Secara bergantian menyabuni pasangan dan membilas dengan air yang hangat, dan bergantian mengeringkan tubuh pasangannya dengan handuk. Setelah ajang membersihkan diri ini selesai, Anda berdua bisa tidur dengan lelap dalam dekapan nan hangat. Bisa dibayangkan, betapa pentingnya momen ini, dan akan menjadi momen tak terlupakan untuk menjaga hubungan harmonis dan langgeng ke depan.